Sunday, September 30, 2012

My Simple First Meal Plan {Oct 1-7}

image source from here


Finally! I can have a meal plan ˆ)
Terutama sejak sering baca blog overseas mommies, saya sangat terinspirasi untuk membuat meal plan. Menurut saya, ide meal plan ini merupakan suatu hal yang sangat baik untuk home management!
Dengan meal plan, saya bisa berhemat dalam belanja bulanan/mingguan untuk keperluan bahan makanan; hemat waktu, hemat tenaga, dan tentu hemat biaya.
Dengan meal plan, saya akan lebih termotivasi untuk rajin memasak
Dengan meal plan, saya bisa mengatur waktu saya dengan lebih baik setiap hari. Berhubung sekarang saya tidak menggunakan jasa stay-maid, maka saya harus pintar-pintar mengatur waktu

Setelah mempertimbangkan kondisi keluarga kami, maka sebenarnya saya memutuskan untuk membuat meal plan dwi-mingguan {selama 2 minggu} seperti contoh di blog ini dan di sini ), karena alasan:

-          Monthly meal plan untuk saya terlalu lama jangka waktunya sehingga sulit untuk saya bisa konsisten dan control
-          Weekly meal plan untuk saya terlalu singkat jangka waktunya  karena saya membutuhkan waktu lebih untuk fleksibilitas. Selain itu, biasanya saya melakukan groceries shopping rata-rata setiap 2 minggu sekali.

Namun berhubung minggu lalu saya baru melakukan groceries shopping dan next schedule is by next week, maka untuk my first meal plan, saya membuatnya hanya untuk 1 minggu ke depan, sampai pada jadwal groceries shopping berikutnya (˛)
Kemudian untuk format meal plan nya pun saya memilih untuk mengikuti format sederhana di blog ini; tidak terlalu detail per hari per tanggal dan lebih fleksibel, namun tetap terkonsep apa yang akan kita masak. Saya pikir format ini cukup bagi saya untuk langkah awal. Jika saya bisa konsisten dengan meal plan model ini, mungkin in the future saya bisa membuat meal plan lebih detail seperti ini.

Jadi langsung saja ya, berikut ini merupakan my first simple meal plan for a week ahead (⌒˛⌒)

Breakfast:
macaroni with bolognese sauce / cheese macaroni
nasi goreng tahu teriyaki
overnight crockpot oatmeal
roti tawar + selai coklat/selai kacang
sup misoa bakso
cheese chocolate oatmeal
beef mashed potato / french fries

Lunch/Dinner:
orak-arik buncis telur
ca tahu buncis jamur
tumis jagung muda kacang panjang
 bakso kuah
sup ayam kembang tahu

 Snack/Dessert:
buah segar: pir, jeruk medan
biskuit dan yogurt
homemade chocolate pudding
pisang keju krispi

Beberapa catatan:
-          Meal plan untuk lunch dan dinner memang sengaja dijadikan satu karena biasanya porsi saya sekali memasak bisa untuk dua kali waktu makan {suami saya tidak makan siang di rumah}
-          Berhubung masih first time, daftar meal plan ini tidak spesifik mengacu pada suatu hari/tanggal dan hanya menjadi panduan saya untuk seminggu ke depan agar tidak bingung menentukan menu, bisa berubah-rubah setiap saat sesuai kondisi.
Wah sudah tidak sabar untuk melewati satu minggu ke depan dengan my first meal plan. Semoga rencana saya ini bisa berjalan dengan baik dan saya bisa merencanakan my next meal plans! Ciayoo.. (ˆˆ)ง 
---

To Be a Good Finisher



{This sermon message was prepared and had been preached by me on 27-Sept-08 for Mission Trip 2008 at Titidahan, West Borneo}
---

Title: To Be a Good Finisher
Goal (s):  
Jemaat memiliki semangat dan motivasi untuk menyelesaikan pertandingan iman sampai garis akhir dengan baik
Introduction:
Setelah kita menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, hal terpenting yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita menyelesaikan perjalanan iman kita.
1 Korintus 9:24-26
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

List of Principle Ideas:
-          Ada saat di dalam kehidupan kita ketika kita memulai sesuatu (titik awal): pertama kali mengenal Tuhan, pertama kali pergi ke gereja, pertama kali memulai sekolah, pertama kali bekerja, dan sebagainya. Semua memiliki titik awal.
-          Di dalam versi bahasa Inggris, kata “pertandingan” = “the race”; memiliki makna melibatkan banyak orang.
-          Perjalanan hidup kita ibarat pertandingan lari marathon, bukan lari sprint. Pada pertandingan lari marathon, garis finish tidak kelihatan dari garis start, tujuan belum terlihat dengan jelas, tapi sudah pasti ada garis akhir.
Waktu awal start, banyak orang ikut serta. Semakin lama, semakin berkurang orang yang ikut serta.
Waktu awal start, semua orang sangat bersemangat. Semakin lama, semakin berkurang semangat di dalam diri.
-          Contoh: Saya  mengikuti sebuah pertandingan lari marathon dari kota Bandung ke Jakarta. Saat di garis start, semua bersemangat, banyak dukungan yang diberikan. Tapi jika saya gagal mencapai garis finish, saat-saat bersemangat di awal pertandingan tidak lagi memiliki arti.
-          Pertandingan kita belum selesai. Di tengah-tengah pertandingan merupakan saat-saat terberat sehingga diperlukan kuasa kepercayaan
2 Koriontus 8:11           
Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! .Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa sangat penting untuk menyelesaikan apa pun yang telah kita mulai.
-          Ketika kita menyelesaikan sesuatu, kita membuat dampak yang sangat luar biasa, lebih berkuasa; a history maker!
-          History maker : bukan yang memulai dengan baik, tetapi yang menyelesaikan dengan baik.
Contoh: Yesus Kristus
-          Saat terberat yang dihadapi Yesus adalah  saat hampir menyelesaikan pertandingan, yaitu ketika berdoa di Taman Getsemani.


Setidaknya ada empat {4} hal yang akan kita hadapi dalam perjalanan menyelesaikan apa yang sudah kita mulai:         
-          Kelelahan {Fatigue}
-          Frustasi {Frustration}
-          Kegagalan {Failure}
-          Ketakutan  {Fear}


Jika saat ini kita sedang mengalami salah satu dari 4 hal tersebut, selamat! Kita akan mencapai garis finish dengan segera, kita akan memberikan dampak yang luar biasa,  kita adalah bahaya bagi si iblis!
Kuasa kebangkitan hanya akan bekerja jika sebelumnya ada kematian. Tanpa kematian, tidak ada kebangkitan, tidak ada kemenangan, tidak ada kemuliaan.

Empat (4) kunci untuk menjadi pengakhir yang baik (a good finisher) :
  1. Berhenti membuat alasan
Amsal 26:13    
Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!"
Benjamin Franklin: “Orang-orang yang suka membuat alasan sesungguhnya tidak berguna untuk apapun”

  1. Mulai saat ini juga
Roma 12:8        
ika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.
Apapun yang Tuhan telah panggil kita untuk kita lakukan, segera mulai. Jadilah seseorang yang memulai! Tapi ingat bahwa akan selalu ada resiko: kegagalan
2 Korintus 6:2               
Sebab Allah berfirman:  "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,  dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau."  Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Tuhan datang menolong tepat pada waktunya. Orang yang memulai tidak akan pernah sendirian. Apa pun yang kita lakukan untuk Tuhan, kita tidak pernah sendirian melakukannya.
Roma 8:28       
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
  1. Fokus kepada hasil/upah, jangan kepada kesulitan/kesengsaraan
Contoh: Musa; diangkat menjadi pangeran Kerajaan Mesir, memiliki segala sesuatu; namun ia meninggalkan semuanya untuk memenuhi panggilan Allah
Ibrani 11:24-26              
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
Bagaimana untuk tetap bertahan di dalam pertandingan? Fokus kepada upah!
Musa : seseorang yang punya visi besar, sesuatu yang belum bisa dia lihat; rela meninggalkan segala kenyamanan demi hasil/upah besar yang ia yakini.
  1. Bergantung kepada Tuhan untuk menolong kita
1 Petrus 4:11    
Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
No pain = no gain ~ Tanpa kesulitan = tidak ada upah
Sangat tidak mudah bagi seseorang yang sudah tahu kemampuannya untuk produktif dengan apa yang Allah telah berikan kepadanya. Untuk mengetahui lebih mudah daripada menjadi produktif.
Hidup kita adalah milik Tuhan; hal yang baik dan hal yang buruk, bahkan kesakitan, penderitaan, kesengsaraan, dan kesulitan yang kita hadapi adalah milik Tuhan.
Kelelahan, frustasi, kegagalan, dan ketakutan kita adalah milik Tuhan; kita tidak punya hak untuk mengambil

Conclusion:
-          Sangat sulit bagi kita untuk menikmati hidup jika kita tidak memiliki jaminan tentang hari ini, kedamaian tentang masa lalu, dan kepastian  tentang hari esok. Tetapi Allah tidak pernah kuatir karena Ia sudah mengetahui apa yang sedang Ia lakukan dan apa yang akan Ia lakukan untuk hidup kita.
-          Allah adalah Pribadi yang selalu menghargai iman kita. Selalu ada upah atas setiap tindakan iman kita.
Altar Call
Those who is struggling in their race with fatigue, frustration, failure, fear

 I was preaching at Titidahan on 27-Sept-08

---