Wednesday, October 31, 2012

On 3 Years of Our Marriage Life



Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 18 Oktober 2012, saya dan Ferry merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-3; umur pernikahan yang masih masih sangat muda (‾‾"٥)"
Meskipun sebelum menikah kami sudah menjalin hubungan selama 1 dekade, namun kehidupan pernikahan telah memberikan kami banyak sekali pelajaran baru. Saya sepenuhnya menyadari bahwa kehidupan pernikahan kami masih sangat panjang untuk dijalani dan masih banyak hal-hal yang akan kami hadapi untuk kami bisa belajar semakin baik setiap harinya dan menjadi pasangan yang memberkati semakin banyak orang.
Terinspirasi dari Mrs. Tsh {Simple Mom}, saya juga mulai berpikir mengenai hal-hal yang saya pelajari selama tiga tahun berlalu sejak saya menerima Ferry sebagai suami saya satu-satunya melalui janji pernikahan dalam pemberkatan nikah kudus.
Sesungguhnya banyak sekali yang saya {dan Ferry} pelajari, namun setidaknya ada tiga hal utama yang saya secara pribadi belajar sangat banyak {dan masih terus saya akan belajar for my lifetime}:

1.       A marriage life is not easy
Seperti yang juga disampaikan Mrs. Tsh, siapa pun yang mengatakan bahwa pernikahan adalah hal yang mudah adalah seseorang yang belum pernah menikah ‎​•”̮•ћë..ћë..ћë•”̮ Yup, pernikahan bukanlah hal yang mudah; berkomitmen kepada seseorang yang masih penuh kekurangan, menjaga hati dan sikap untuk memegang komitmen, tunduk kepada suami sebagai kepala keluarga, dan banyak hal lainnya yang menuntut penyerahan hak dan penyangkalan diri; dan pastinya harus dilakukan seumur hidup!
Satu hal yang selalu saya ingat, life isn't about easy things! Ya, Tuhan tidak pernah memberikan hal-hal mudah dalam hidup kita, semua memerlukan usaha dan pengorbanan. Sesuatu yang tidak mudah bukan berarti sesuatu yang buruk kan? Demikian juga sebuah pernikahan! Karena pernikahan adalah idenya Tuhan, maka saya yakin bahwa pernikahan merupakan sesuatu yang berharga untuk diperjuangkan (˛)

2.      The power of a holy matrimony is true
Kami bersyukur bahwa kami memiliki kesempatan untuk dibina dalam bimbingan pra-nikah di dalam gereja lokal. Meskipun hanya setahun lamanya sebelum hari pernikahan kami, namun masa-masa itu membawa dampak besar bagi hubungan kami, khususnya ketika ada di dalam sebuah pernikahan.

Dalam bimbingan pra-nikah, kami dibina agar memiliki persiapan untuk kehidupan rumah tangga kami kelak. Selain itu, fokus kami untuk hari-H pernikahan tidak lagi pada acara resepsi, melainkan acara pemberkatan. Kenapa? Karena kami sadar bahwa acara pemberkatan nikah lah yang akan membawa dampak kekal bagi hubungan kami.
Ketika banyak orang mencurahkan banyak energi, waktu, dan uang untuk merencanakan sebuah pesta pernikahan meriah, kami diarahkan untuk mempersiapkan acara pemberkatan yang dihadiri oleh Tuhan! Selama masa persiapan, setiap hari kami berdoa bersama via telepon untuk acara yang kami rencanakan. Satu hal utama yang kami minta kepada Tuhan adalah Tuhan berkenan hadir dalam pemberkatan nikah kami dan memberkati secara langsung pernikahan kami.
Siapa pun yang hadir saat pemberkatan nikah kami menjadi saksi bagaimana hadirat Tuhan begitu nyata dirasakan setiap orang di dalam ruangan. Dan pengalaman itu menjadi suatu dasar yang penuh kuasa bagi kehidupan pernikahan kami.

Janji nikah mempelai pria :
Oleh anugrah dan kasih sayang Bapa Surgawi, hari ini, Minggu, 18 Oktober 2009, saya, Ferry Sutanto, di hadapan Allah, keluarga, dan jemaat, mengambil Fiona Harjono sebagai istri saya satu-satunya.
Saya berjanji untuk bertanggung jawab sebagai suami yang memimpin, melindungi, dan mengasihi Fiona Harjono, juga menjadi bapa yang bijaksana untuk anak-anak yang Tuhan percayakan dan mendidik mereka dalam jalan Tuhan.
Janji ini akan saya lakukan baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, dan dalam keadaan apapun juga, sampai kami dipanggil Bapa pulang ke Surga.

Janji nikah mempelai wanita :
Oleh anugrah dan kasih sayang Bapa Surgawi, hari ini, Minggu, 18 Oktober 2009, saya, Fiona Harjono, di hadapan Allah, keluarga, dan jemaat, menerima Ferry Sutanto  sebagai suami saya satu-satunya.
Saya berjanji untuk bertanggung jawab menjadi istri yang tunduk, hormat, melayani, dan mendukung Ferry Sutanto, juga menjadi ibu yang bijaksana untuk anak-anak yang Tuhan percayakan dan mendidik mereka dalam jalan Tuhan.
Janji ini akan saya lakukan baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, dan dalam keadaan apapun juga, sampai kami dipanggil Bapa pulang ke Surga.

Saat mengalami banyak tantangan, acara pemberkatan nikah kami; janji nikah, doa berkat, Firman Tuhan; menjadi suatu dasar yang kokoh agar kami bisa tetap menjalani hidup pernikahan sesuai kehendak Tuhan.

Perjamuan Kudus:
Inilah Tubuh Kristus yang diserahkan bagi kita. Dengan kita makan Perjamuan Kudus ini kita mengingat akan pengorbanan Yesus yang menyelamatkan kita dan menjadi anugrah agar kita saling mengasihi sama seperti Allah mengasihi kita. Mari makan dengan iman di dalam nama Yesus.
Inilah Darah  Kristus yang dicurahkan bagi kita. Dengan kita minum Perjamuan Kudus ini kita mengingat akan Darah Yesus sebagai pengampunan atas dosa kita dan menjadi anugrah agar kita saling mengampuni sama seperti Allah sudah mengampuni kita. Mari makan dengan iman di dalam nama Yesus.

3.      It’s not about us, it’s all about Him
Pernikahan adalah ide Tuhan, bukan ide manusia, maka kehidupan pernikahan sepenuhnya adalah mengenai Dia, bukan lagi saya atau suami.
Tema pada pemberkatan nikah kami yang juga tertulis di dalam undangan pernikahan kami:
And let them make Me a sanctuary, that I may dwell among them
 {Exodus 25:8, NKJV}
Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.”
{Keluaran 25:8}
Pada konteks Alkitab, ayat tersebut muncul saat Allah memberikan instruksi kepada Musa untuk membuat Kemah Suci atau Tabernacle. Ayat teresebut menggambarkan kerinduan kami agar kehidupan pernikahan kami memiliki dasar yang kudus agar menjadi tempat kediaman Tuhan.
Di dalam perjalanan hidup pernikahan, menjadikan rumah tangga sebagai tempat kediaman Tuhan berarti menanggalkan segala hal yang tidak sesuai dengan karakter Tuhan; keegoisan, kemarahan, dan sebagainya.
Saya secara pribadi terus belajar bahwa kehidupan pernikahan yang kami bangun adalah kediaman Tuhan dan segala sesuatunya tentang Dia, bukan lagi tentang saya, Ferry, atau pun anak-anak kami.

A marriage is once for a lifetime that means a lifetime of learning process.
Lagu pembukaan di acara pemberkatan nikah kami merupakan sebuah lagu yang menjadi deklarasi di dalam kehidupan pernikahan kami, bahwa Tuhan hadir di dalam kehidupan pernikahan kami secara luar biasa   (⌒˛⌒)
As I Come into Your presence
Pass the gates of praise
Into Your sanctuary
‘till we’re standing face to face
I look upon Your countenance
I see the fullness of Your grace
And I can only bow down and say
You are awesome in this place Mighty God
You are awesome in this place Abba Father
You are worthy of all praise
To You our lives we raise
You are awesome in this place Mighty God
{Awesome in This Place}
---

DIY Animal Faces Mix Match Book




Materials I used:
-          1 set printed out animal faces
{saya menggunakan gambar animal faces untuk topeng yang saya beli di hypermarket}
-          1 buah kalender meja yang tidak terpakai {ukuran kalender yang digunakan disesuaikan dengan gambar animal faces yang digunakan}
-          kertas warna {saya menggunakan kertas concorde bekas warna coklat}
-          lakban bening, gunting/cutter, lem, penggaris

How I made it:
  1. Pastikan ukuran kalender yang akan digunakan cukup untuk gambar animal faces yang akan digunakan
  2. Potong setiap lembar kalender dan gambar animal faces menjadi 2 bagian sama besar menggunakan cutter dan penggaris
  3. Potong kertas concorde sesuai ukuran setiap bagian kalender
  4. Tempel kertas concorde di setiap lembar kalender sehingga tidak tampak huruf dan tanggal
  5. Tempel gambar animal faces di atas kertas concorde; pastikan setiap jenis animal faces dapat terlihat menyatu jika lembaran kanan dan kiri disejajarkan
  6. Jika semua gambar animal faces sudah ditempel, lapisi setiap lembar dengan lakban bening agar tahan lama dan tahan air {alternatif lain adalah dengan melaminasi dengan plastic khusus}

---

Farren Summary {2Y1M} 22-Oct-12


Here is the summary of Farren in her 25 months old!   (◦ˆ ˆ◦)



Gross Motor:
-          Hmm perkembangan motorik kasar Farren sangat sangat baik, bahkan mama felt too much hehe.. ("٥)" Farren hanya bisa diam saat tidur!!  

Fine Motor:
-          Farren mulai tertarik untuk menggunakan gunting karena sering melihat saya menggunakannya untuk membuat handmade learning material untuknya. Maka saya membelikan sebuah gunting khusus untuk toddler agar Farren aman menggunakannya.
-          Daya kreativitas Farren semakin berkembang seiring kemampuan motorik halusnya. Sense of art nya sudah bisa dilihat dari beberapa “karya” nya

-          Koordinasi tangan dan mata Farren semakin baik dan mantap; dia sudah mahir menempelkan sticker atau magnet atau velcro pada bidang yang disediakan


Language:
-          Kosa kata Farren bertambah banyak setiap harinya. Ia sering mengikuti kata-kata yang kami ucapkan, terutama kosa katu yang baru dia dengar.
-          Sekarang bukan hanya mengenal nama-nama keluarga dekatnya {mama Fiona, papa Ferry, dede Farrah}, tapi juga dia sudah bisa mengenali nama oma-opa, ema-engkong, dan uncles/aunties nya, beserta nama kota dimana mereka tinggal!
-          Instruksi yang kami berikan bisa semakin beragam dan sedikit kompleks. Farren sudah bisa membantu saya untuk meletakkan seprei yang sudah kering di jemuran ke atas kasur miliknya, dia juga sudah bisa memberikan pertolongan kepada dede Farrah ketika saya memberikan instruksi, dan sebagainya.
-          Pengenalan angka, huruf, warna, dan early basic concept lainnya semakin baik. Farren sering mengucapkan sendiri warna-warna yang dia lihat, “merah.. kuning.. biru..”. Farren juga sudah bisa mengucapkan, “A.. apel, B.. Buzz, C.. cicak..” hihi.. (ˆˆ)
-          Farren juga sangat suka mendengarkan cerita dan membacakan cerita untuk orang lain hehehe.. (‾"٥)" Ya, dia sering bercerita sendiri sambil menunjuk-nunjuk buku renungan harian yang berisi cerita Alkutab, yang selalu kami bacakan setiap hari. Farren bisa menceritakan kembali isinya loooh, dengan bahasanya hehe..

-          Farren juga sudah mulai bisa menghafal beberapa bagian lagu gereja anak yang sering dia dengar.

Cognitive Development:
-          Pada usia ini, perkembangan daya imajinasi Farren berkembang begitu baik. Dia sudah bisa bermain sendiri dengan boneka atau mainan lainnya dengan sebuah “konsep cerita”, mirip seperti cara bermain si Andy dalam tokoh film Toys Story (ˆˆ) Kemungkinan besar Farren memang melihat cara bermain seperti itu dari film tersebut yang sudah menjadi favoritnya selama beberapa waktu terakhir ini.
-          Selain bermain sendiri dengan mainan, Farren juga sudah mulai tertarik untuk pretending play; seperti main rumah-rumahan, kuda-kudaan, dan sebagainya.
-          Farren masih sangat suka dengan drum! Bersama papa Ferry, dia sering menonton DVD live music yang banyak mengeksplor permainan alat music drum. Dan hasilnya, dia bisa “mengiringi” kita dengan suara-suara drum ketika kita menyanyi, bahkan punya ending khusus seperti drummer (‾"٥)" *sulit dijelaskan dengan kata-kata nih hehe..* Pada dasarnya dia sudah mulai bisa menirukan apa yang dia lihat, maka menjadi pe-er besar bagi kami untuk menyeleksi apa yang dia lihat sejak sekarang   (◦ˆ ˆ◦)
-          Kemudian sekarang Farren sudah mulai bisa memberikan pilihan kepada kita, orang tuanya.
Farren       :   Yakult.. yakult... {maksudnya minta Yakult}
Mama       :   Tidak.. {Farren doyan banget Yakult! Dalam sehari bisa minta Yakult beberapa kali (‾"٥)"}
Farren       : Jeruk.. jeruk.. {maksudnya minta jeruk}
Mama       :   Nggak ada, soalnya mama belum beli {memang lagi nggak ada stock di rumah}
Farren       :   Jelly.. jelly.. {maksudnya minta jelly}
Mama       :   Tidak, Farren, jelly hanya hari Minggu ya, setelah pulang KEGA {saya hanya memberikan jelly saat hari Minggu}
Farren       :   ehhh.. {lagi mikir mau minta apa lagi}
Mama       :   hadeehhh (‾"٥)"
Yah begitulah Farren sekarang, sudah dapat memikirkan berbagai alternative untuk mendapatkan yang dia minta hehe..

Social/Emotional:
-          Daya imajinasi Farren berkembang semakin baik sehingga dia sudah bisa bermain sendiri dengan mainan dan tertarik untuk pretending plays.

-          Farren semakin berani untuk bergabung di dalam lingkungan anak-anak seusianya, terutama di dalam kelas gereja anak. Dia sudah berani maju sendiri tanpa didampingi untuk membaca ayat hafalan, memmasukkan amplop persembahan, minta buku renungan, bahkan minta snack lebih hehehe.. (‾"٥)"
-          Toddler tantrum kadang-kadang masih terjadi, namun saya merasa frekuensinya semakin berkurang. Kami selalu berusaha merespon luapan emosinya, meskipun sejujurnya saya juga sering melakukan kesalahan dengan terpancing emosinya (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) Saya rasa kami sebagai orang tua pun harus terus belajar mengendalikan emosi kami, khususnya ketika anak kami pada periode ini.

Self-Help/Adaptive:
-          Untuk toilet training masih tahap sosialisasi nih, belum menunjukkan tanda kemajuan siginifikan. Ini pe-er penting untuk next progress!
-          Sekarang Farren sudah semakin lancar untuk minum dari gelas mengambil sendiri air minum dari dispenser sendiri tanpa tumpah, bahkan sudah bisa minum dari botol sekecil ukuran Yakult   (◦ˆ ˆ◦)

-          Ketika menggosok gigi, Farren sudah mulai bisa mengeluarkan air kumur dalam mulutnya sesekali, meski kadang masih tertelan juga
-          Oya Farren juga sudah bisa menyalakan kran air shower di kamar mandi sendiri dan naik ke atas stool untuk cuci tangan sendiri.
-          Beberapa kali Farren sudah mulai bisa mengendalikan tangannya dalam memegang sendok dan menyuapi dirinya sendiri, terutama untuk jenis-jenis makanan kering {tidak berkuah} dan mudah disendok.

Spiritual and Moral:
-          Farren tampak mulai mengerti konsep menyembah Tuhan di dalam sebuah lagu. Terutama ketika mendengar lagu “Bapa Kudatang PadaMu” pada DVD lagu gereja anak, Farren akan langsung duduk, menutup matanya dan mengangkat tangan menyembah Tuhan (˛) Besar kemungkinan dia meniru foto anak-anak yang juga sedang menyembah Tuhan di dalam video klip lagu itu. Saya semakin menyadari bahwa pengaruh media audio-visual sangat besar sekali untuk perkembangan anak-anak usia batita, sehingga mendorong saya untuk lebih selektif dalam mengijinkan tontonan khususnya.

{Berikut adalah tambahan saya secara pribadi mengenai catatan perkembangan anak saya}
Some Notes:
-          Farren loves drum still! Tapi mainan drum set yang baru berusia 1 bulan itu sekarang sudah masuk gudang karena sudah tidak bisa diperbaiki lagi (‾"٥)"
Medical Record:
-          Last measured body weight on 10-Sept-12: 12kg
-          Sampai sekarang Farren belum melakukan imunisasi Hepatitis A, tapi ini sudah menjadi hal yang akan kami jadwalkan.

Wordless Moments:


---